Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Edukasi Siswa SMAN 1 Tamiang Layang, Kenalkan Masker yang Tepat Saat Terpapar Asap Karhutla

Ditulis oleh

di

TAMIANG LAYANG – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMAN 1 Tamiang Layang mengenai pentingnya perlindungan diri ketika terjadi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (1/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis masker yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan partikel dari asap Karhutla. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi dampak Karhutla.

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri menjelaskan bahwa penggunaan masker perlu disesuaikan dengan kondisi udara. Untuk paparan partikel halus akibat asap, respirator seperti N95 atau KN95 memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan masker kain atau masker bedah, dengan catatan digunakan secara tepat dan terpasang rapat pada wajah.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan masker dengan benar, yaitu memastikan masker menutup hidung, mulut dan dagu serta meminimalkan celah antara masker dengan wajah. Selain menggunakan masker, siswa diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang dipenuhi asap.

Kasi Humas Polres Barito Timur AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Edukasi ini penting agar para siswa mengetahui bagaimana melindungi diri ketika terjadi kabut asap akibat Karhutla. Namun yang paling utama adalah bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan,” ujar AKP Eko Sutrisno.

Menurutnya, siswa memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Harapannya, pengetahuan yang diberikan mahasiswa STIK Lemdiklat Polri ini tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat. Dengan kepedulian bersama, dampak Karhutla dapat diminimalkan,” pungkasnya.(Joe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *