Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Ajak Dewan Guru Bersinergi Cegah dan Atasi Bahaya Karhutla di Lingkungan Sekolah

Ditulis oleh

di

TAMIANG LAYANG – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan melalui kolaborasi antara Polri dan lingkungan pendidikan. Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri berdiskusi bersama dewan guru SMAN 1 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan dampak Karhutla di lingkungan sekolah, Selasa (1/9/2026).

Diskusi tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosialisasi dan edukasi Karhutla yang dilaksanakan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama personel pendamping Satbinmas Polres Barito Timur. Kegiatan berlangsung di Aula SMAN 1 Tamiang Layang dan melibatkan unsur tenaga pendidik serta siswa-siswi.

Dalam diskusi, Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama dewan guru membahas pentingnya kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi potensi kabut asap akibat Karhutla. Pembahasan meliputi langkah pencegahan, penyampaian informasi kepada siswa, pengurangan aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara terdampak asap, serta pentingnya menyiapkan langkah perlindungan bagi warga sekolah.

Para guru juga diajak berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus mendorong mereka menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla.

Kasi Humas Polres Barito Timur AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., mengatakan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap bahaya Karhutla.

“Lingkungan sekolah merupakan tempat yang sangat baik untuk menanamkan kesadaran sejak dini. Melalui diskusi bersama dewan guru, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah apabila terjadi kabut asap maupun potensi Karhutla,” ujar AKP Eko Sutrisno.

Ia menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tetapi juga dapat menjadi penyampai informasi kepada siswa dan keluarga. Dengan sinergi antara Polri, pihak sekolah, guru dan siswa, upaya pencegahan Karhutla dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *