Cegah Karhutla Sejak Bangku Sekolah, Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Edukasi Guru dan Siswa SMAN 1 Tamiang Layang

Ditulis oleh

di

TAMIANG LAYANG – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat Polres Barito Timur dengan membangun kesadaran masyarakat sejak dini, termasuk di lingkungan pendidikan. Kali ini, edukasi bahaya Karhutla menyasar dewan guru dan siswa-siswi SMAN 1 Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut dilaksanakan oleh Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama personel pendamping Satbinmas Polres Barito Timur di Aula SMAN 1 Tamiang Layang, Selasa (1/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB.

Empat Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Iptu Andry Fauzan Haryono, S.Tr.K., Iptu Alfan Nisfu R., S.Tr.K., M.H., Iptu Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., dan Iptu Rifqy Pratama Nugraha, S.Tr.K., M.Sc.

Kegiatan turut didampingi Iptu Budiyana selaku KBO Satbinmas Polres Barito Timur, Aipda Yohanes selaku Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Barito Timur, serta Brigpol Deden Esa. P selaku Bhabinkamtibmas.

Dalam sosialisasi tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla, baik terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat maupun aspek hukum. Para siswa juga diberikan edukasi agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, khususnya ketika berada di lingkungan tempat tinggal maupun saat melakukan aktivitas di lahan.

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri juga mengajak para siswa untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla dengan menyampaikan informasi kepada keluarga dan masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing. Kesadaran generasi muda dinilai penting karena pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kasi Humas Polres Barito Timur AKP Eko Sutrisno, S.H., M.M., mengatakan edukasi sejak dini merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap bahaya Karhutla.

“Pencegahan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebakaran, tetapi harus dimulai sejak dini melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Para siswa merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat memahami bahaya Karhutla dan turut mengingatkan lingkungan sekitarnya agar tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa tidak hanya memahami dampak Karhutla, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tambah AKP Eko Sutrisno.

Polres Barito Timur melalui jajaran Satbinmas dan Bhabinkamtibmas akan terus meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif, termasuk sosialisasi kepada masyarakat serta lingkungan pendidikan, sebagai bagian dari upaya menjaga wilayah Kabupaten Barito Timur tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Joe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *