Blog

  • Ciptakan lingkungan sehat Polsek Tws Garing dan Pulau Malan sosialisasi Stop Karhutla.

    Ciptakan lingkungan sehat Polsek Tws Garing dan Pulau Malan sosialisasi Stop Karhutla.

    Tribaratanews.kalteng.polri.go.id-
    Polres Katingan – Salah satu cara Polsek Tws. Garing dan Pulau Malan, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah dalam menangani Dampak KARHUTLA, Piket Polsek Tws. Garing dan Pulau Malan melaksanakan Sosialisasi STOP!!! KEJAHATAN TERHADAP LINGKUNGAN “DILARANG MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN DI WILKUM POLSEK TWS GARING DAN P. MALAN kepada masyarakat Kel.Pendahara Kec. Tws Garing Kab. Katingan,Jum’at (25/9/2026) pagi.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan rencana kegiatan Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan untuk di Wilayah Kec.Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan yang ada di Kabupaten Katingan.

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek IPTU UDUNG S.H M.H., menyampaikan kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terus-menerus dengan langsung turun ke semua wilayah baik pada tingkat Desa maupun pada tingkat Kecamatan agar masyarakat mengetahui tentang LARANGAN MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN.

    “Kegiatan tersebut memiliki tujuan utama, yaitu memberikan edukasi dini kepada para Masyarakat untuk dapat memahami bahwa MEMBAKAR HUTAN DAN LAHAN tidak dibenarkan dan ada Sanksi Hukum bagi para pelaku pembakar Hutan dan Lahan imbau Kapolsek.(PTWS)

  • ‎Melalui Media Spanduk, Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan Imbau Warga Tidak Terjerumus  Penyalahgunaan Narkoba.

    ‎Melalui Media Spanduk, Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan Imbau Warga Tidak Terjerumus  Penyalahgunaan Narkoba.


    ‎
    ‎Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Polres Katingan, Polda Kalteng Piket menyambangi Warga Kel.Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan,Jum’at(25/9/2026) Siang.
    ‎
    ‎Pada kesempatan sambang menyampaikan imbauan kepada warga Kel.Pendahara agar tidak terjerumus penyalahgunaan narkoba.
    ‎
    ‎Diungkapkan Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan IPTU UDUNG S.H M.H., maraknya peredaran narkoba membuat polri melakukan berbagai cara pencegahan salah satunya dengan menyampaikan imbauan secara rutin kepada masyarakat.
    ‎
    ‎Pihaknya mengimbau masyarakat harus waspada terhadap peredaran narkoba.
    ‎
    ‎”Bahkan sekarang banyak modus peredaran narkoba menggunakan sistem Cash on delivery (COD) dan ajakan penggunaan narkoba, serta iming-iming uang untuk menjadi pengedar,” ujarnya.
    ‎
    ‎Kapolsek menyampaikan sejumlah poin penting mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba, antara lain pengenalan jenis-jenis narkoba, sumber, efek, bahaya, dampak sosial, sanksi hukum, serta langkah-langkah pencegahannya.
    ‎
    ‎“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih waspada dan mampu mengenali bahaya narkoba. Pencegahan paling efektif dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” tutupnya. (ptsg)

  • Polsek Tws Garing dan Pulau Malan rutin sosialisasi larangan ilegal Logging dan Meaning.

    Polsek Tws Garing dan Pulau Malan rutin sosialisasi larangan ilegal Logging dan Meaning.

    Tribaratanews.kalteng.polri.go.id-Polres Katingan – Salah satu cara Polsek Tws. Garing dan Pulau Malan, Polres Katingan, Polda Kalimantan Tengah, anggota Polsek Tws. Garing dan Pulau Malan melaksanakan Sosialisasi “Stop!!! Kejahatan Terhadap Lingkungan “Berupa Larangan Melakukan Kegiatan Ilegal Logging dan Ilegal Meaning”, Jum’at (25/9/2026) Pagi.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan rencana kegiatan Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan.

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek IPTU UDUNG S.H M.H., menyampaikan kegiatan ini dilakukan secara rutin dan terus-menerus dengan langsung turun ke semua wilayah baik pada tingkat Desa maupun pada tingkat Kecamatan agar masyarakat mengetahui tentang Larangan Praktek Ilegal Logging dan Meaning.

    “Kegiatan ini dilakukan memiliki tujuan utama, yaitu memberikan edukasi dan tindakan persuasif kepada Masyarakat untuk dapat memahami bahwa kegiatan ilegal logging dan ilegal meaning tidak dibenarkan serta ada Sanksi Hukum bagi para pelakunya”, imbau Kapolsek.(PTWS)

  • Dengan Patroli Dialogis, Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat

    Dengan Patroli Dialogis, Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat

    Polres Katingan- Personel Polsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Polres Katingan, Polda Kalteng, mengintensifkan kegiatan patroli dialogis guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang tengah beraktifitas.

    Patroli dilaksanakan dengan menyasar tempat ibadah, perkantoran, pemukiman penduduk serta objek vital lainnya di wilayah Kecamatan Tewang Sangalang Garing dan Kecamatan Pulau Malan, Jumat (25/09/2026) siang.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tewang Sangalang Garing dan Pulau Malan, Iptu Udung, S.H.,M.H., menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.

    “Kami meningkatkan patroli sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif”, katanya.

    Selain patroli, personel juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar tetap waspada, menjaga ketertiban, serta segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
    (ptsg)

  • Kapolsek Katingan Hulu Ikuti Zoom Meeting Anev Mingguan Ketahanan Pangan Polda Kalteng.

    Kapolsek Katingan Hulu Ikuti Zoom Meeting Anev Mingguan Ketahanan Pangan Polda Kalteng.

    Kapolsek Katingan Hulu mengikuti Zoom Meeting Analisa dan Evaluasi (Anev) Mingguan Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Polda Kalimantan Tengah, Jumat siang (25/9/2026).

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S
    I.K., M.H. melalui Kapolsek Katingan hulu IPTU YUBAMBANG KUSNADY, S.H. mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pemantauan dan evaluasi program ketahanan pangan di jajaran Polda Kalteng, termasuk perkembangan pelaksanaan kegiatan di wilayah masing-masing.

    Dalam kegiatan secara daring tersebut, Kapolsek Katingan Hulu mengikuti rangkaian pembahasan terkait pelaksanaan program ketahanan pangan serta upaya penguatan koordinasi antara jajaran kepolisian dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.
    Kapolsek Katingan Hulu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung program ketahanan pangan serta melakukan koordinasi dengan unsur terkait di wilayah Kecamatan Katingan Hulu.

    “Melalui kegiatan anev ini, kami dapat mengetahui perkembangan pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung program pemerintah,” ujarnya.

    Kegiatan Zoom Meeting berlangsung dengan aman dan lancar. Polsek Katingan Hulu berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Katingan Hulu. Ungkap pak Kapolsek

  • Polda Kalteng Sampaikan Lima Jenazah ABK MT Elisabeth yang Tenggelam di Laut Jawa Berhasil Diidentifikasi

    Polda Kalteng Sampaikan Lima Jenazah ABK MT Elisabeth yang Tenggelam di Laut Jawa Berhasil Diidentifikasi

    PALANGKA RAYA – Lima jenazah Anak Buah Kapal (ABK) tanker MT Elisabeth yang tenggelam di Laut Jawa pada 21 Agustus 2026 lalu, berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Kalimantan Tengah.

    Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat, saat menyampaikan keterangan di Palangka Raya, Jumat (25/9/2026), menjelaskan bahwa MT Elisabeth merupakan kapal tanker bermuatan BBM yang berlayar dari Balikpapan menuju Pontianak dengan membawa 14 orang ABK.

    Dari 14 ABK tersebut, sebanyak sembilan orang berhasil diselamatkan oleh kapal MT Anisia sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara lima ABK lainnya dinyatakan hilang dan telah dilakukan pencarian oleh Basarnas selama tujuh hari, namun belum membuahkan hasil.

    “Dari 14 orang ABK, sembilan orang berhasil diselamatkan oleh kapal MT Anisia. Sementara lima orang lainnya dinyatakan hilang dan telah dilakukan pencarian selama tujuh hari oleh Basarnas,” jelas Kombes Pol Budi Rachmat.

    Upaya pencarian kemudian membuahkan hasil. Pada Kamis, 3 September 2026, masyarakat di wilayah pesisir Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, menemukan empat jenazah yang diduga merupakan ABK MT Elisabeth.

    Di lokasi berbeda, seorang nelayan di Pantai Sukamara juga menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban kapal MT Elisabeth. Dengan demikian, total terdapat lima jenazah yang ditemukan.

    Kelima jenazah tersebut selanjutnya dievakuasi oleh Ditpolairud Polda Kalteng dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses identifikasi.

    Tim DVI Lakukan Identifikasi

    Kabiddokkes Polda Kalteng Kombes Pol dr. Yusuf Kidingallo, Sp.Rad(K)RI., M.Kes., menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Kalteng mulai 5 September 2026.

    Dalam proses tersebut, Tim DVI Biddokkes Polda Kalteng berkoordinasi dengan Tim DVI Biddokkes Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah dan Polda Banten untuk memperoleh sampel DNA keluarga korban (ante-mortem).

    Pada Selasa, 8 September 2026, Tim DVI Polda Kalteng melakukan pengambilan sampel DNA keluarga atas nama Erijal dan M. Rizky Prawira. Sampel tersebut kemudian dikirimkan kepada Tim DVI Pusdokkes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan DNA di Laboratorium DNA Pusdokkes Polri.

    Sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA, empat jenazah korban MT Elisabeth dimakamkan sementara di TPU Kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya.

    Selanjutnya, pada 22 September 2026, Tim DVI Pusdokkes Polri mengirimkan hasil pemeriksaan DNA korban kapal MT Elisabeth kepada Tim DVI Polda Kalteng.
    Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA tersebut, seluruh lima korban yang ditemukan berhasil teridentifikasi.

    Kelima korban tersebut masing-masing:

    1. M. Rizky Prawira, 21 tahun, asal Karawang, Jawa Barat.
    2. Erijal, 73 tahun, asal Klaten, Jawa Tengah.
    3. M. Farel Firdiansyah, 23 tahun, asal Surakarta, Jawa Tengah.
    4. M. David Perdana, 23 tahun, asal Serang, Banten.
    5. Hendra, 24 tahun, asal Makassar, Sulawesi Selatan.

    “Dengan telah teridentifikasinya kelima korban, selanjutnya jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemulangan dan pemakaman sesuai dengan keluarga masing-masing,” ujar Kabiddokkes Polda Kalteng.

    Kombes Pol dr. Yusuf Kidingallo menambahkan, proses identifikasi dilakukan sesuai prosedur DVI dengan menggabungkan pemeriksaan post-mortem, data ante-mortem, serta pemeriksaan dan pencocokan DNA untuk memastikan identitas masing-masing korban.

    Polda Kalteng melalui Biddokkes dan Ditpolairud juga terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan keluarga korban dalam proses penanganan serta penyerahan jenazah.

    Dengan teridentifikasinya kelima jenazah tersebut, proses identifikasi korban hilang dalam musibah tenggelamnya MT Elisabeth di Laut Jawa kini telah mendapatkan kepastian identitas berdasarkan hasil pemeriksaan DNA Pusdokkes Polri.

  • Brimob Kalteng Padamkan Karhutla di Desa Anjir Serapat

    Brimob Kalteng Padamkan Karhutla di Desa Anjir Serapat

    Kapuas – Personel Satgas Karhutla Satbrimob Polda Kalimantan Tengah terus bergerak melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Jumat (25/9/2026), personel melaksanakan pemadaman Karhutla yang terjadi di Desa Anjir Serapat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas.

    Setibanya di lokasi, personel segera melakukan upaya pemadaman pada area yang masih terdapat titik api. Dengan peralatan yang tersedia, personel bekerja untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya.

    Selain melakukan pemadaman, personel juga memastikan kondisi di sekitar lokasi agar api yang telah berhasil dipadamkan tidak kembali menyala. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi lahan dan keselamatan personel di lapangan.

    Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol. Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa personel Satbrimob Polda Kalteng akan terus hadir di lapangan untuk membantu menangani Karhutla dan menjaga agar api tidak meluas.

    “Kami terus mengingatkan personel untuk tetap sigap dalam menangani setiap titik Karhutla. Pemadaman dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta memastikan api benar-benar dapat dikendalikan agar tidak meluas,” ujar Kombes Pol. Dieno.

    Ia menambahkan, upaya penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

    Melalui kegiatan tersebut, Satbrimob Polda Kalteng berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan dan membantu masyarakat dalam menghadapi Karhutla, sehingga kondisi lingkungan tetap aman dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

  • Tak Kenal Lelah, Perjuangan Personel Polda Kalteng Padamkan Api di Tengah Kepulan Asap

    Tak Kenal Lelah, Perjuangan Personel Polda Kalteng Padamkan Api di Tengah Kepulan Asap

    Palangka Raya – Perjuangan tanpa kenal lelah ditunjukkan personel Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) saat memadamkan api di tengah kepulan asap tebal yang menyelimuti lahan gambut yang diterjadi di Jl. Manduhara Ujung, Jl. Hiu Putih Terusan dan Jl. Damang Gustaf, Kota Palangka Raya, Jumat (25/9/2026).

    Personel Satgas Karhutla dengan menggunakan masker dan memegang selang air berjibaku memadamkan bara api yang masih menyala di atas lahan yang telah menghitam akibat terbakar.

    Meskipun kondisi di lokasi cukup berat dan dipenuhi asap putih tebal yang mengepul dari tanah gambut. Tak menyurutkan semangat personel untuk terus melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam.

    Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel di lapangan yang terus berjibaku memadamkan Karhutla.

    “Personel kita di lapangan terus berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap tebal. Ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga Kalimantan Tengah agar tidak dilanda kabut asap,” ujar Kapolda.

    Kapolda juga menegaskan pihaknya telah mengoptimalkan penambahan sumur bor di titik-titik rawan Karhutla untuk mempermudah dan mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang membutuhkan penyiraman intensif.

    “Polda Kalteng juga terus mengintensifkan patroli terpadu sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tutup Kapolda. (adji/supri)

  • Aksi Cepat Tim 2 Satgas Karhutla Bidpropam Polda Kalteng Berhasil Jinakkan Api di Jalan Damang Gustaf

    Aksi Cepat Tim 2 Satgas Karhutla Bidpropam Polda Kalteng Berhasil Jinakkan Api di Jalan Damang Gustaf

    Palangka Raya – Personel Tim 2 Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalimantan Tengah bergerak cepat menanggulangi kobaran api yang membakar kawasan Jalan Damang Gustaf, Kota Palangka Raya, Jumat (25/9/2026).

    Aksi tanggap darurat yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB tersebut difokuskan pada penanganan kebakaran lahan gambut di titik koordinat -2.143658, 113.826430.

    Setibanya di lokasi kejadian, personel Tim 2 Bidpropam Polda Kalteng langsung membentang selang pemadam dan melakukan penyemprotan air secara masif guna melokalisasi pergerakan api agar tidak kian meluas. Petugas di lapangan juga mengoptimalkan proses pembasahan mendalam (cooling down) untuk mematikan sisa-sisa bara api di dalam tanah gambut agar tidak kembali memicu kepulan asap maupun kebakaran susulan.

    Kabidpropam Polda Kalteng Kombes Pol. Rudi Asriman, S.I.K., M.Si., mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa berkat kesiapsiagaan dan kerja keras personel di lapangan selama enam jam penuh, titik api berhasil dipadamkan secara total.

    “Seluruh rangkaian kegiatan pemadaman yang dilaksanakan oleh Tim 2 berjalan dengan aman, tertib, dan situasi di lokasi saat ini dipastikan dalam keadaan kondusif serta terkendali,” tegasnya.

  • Ditpolairud Evakuasi Tiga Jenazah Diduga Korban KM Virgo Transport 8 di Seruyan

    Ditpolairud Evakuasi Tiga Jenazah Diduga Korban KM Virgo Transport 8 di Seruyan

    PALANGKA RAYA – Tim SAR gabungan mengevakuasi tiga jenazah laki-laki yang diduga merupakan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di wilayah perairan Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat (25/9/2026).

    Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Dirpolairud, Kombes Pol Dony Eka Putra, mengatakan ketiga jenazah tersebut ditemukan setelah tim menerima informasi dari warga mengenai adanya mayat yang berada di wilayah pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.

    “Setelah menerima informasi dari masyarakat, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan jenazah yang dilaporkan,” kata Dony.

    Informasi awal diterima pada sekitar pukul 11.00 WIB terkait penemuan satu jenazah di kawasan pantai Desa Sungai Perlu. Laporan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan unsur SAR gabungan untuk menentukan langkah evakuasi.

    Tim SAR gabungan berangkat dari Pos TNI AL Seruyan menuju lokasi pada sekitar pukul 15.00 WIB. Tim tersebut terdiri atas personel Ditpolairud Polda Kalteng melalui Mako Perwakilan Seruyan, Basarnas, Satpolair Polres Seruyan, dan TNI AL.

    “Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, tim melakukan penyisiran dan menemukan tiga jenazah berjenis kelamin laki-laki yang diduga berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8,” ujarnya.

    Ketiga jenazah ditemukan di wilayah pantai Desa Sungai Perlu dan perairan Sungai Rambai, Kecamatan Seruyan Hilir. Lokasi tersebut berada di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan yang berbatasan dengan perairan Laut Jawa.

    Dony mengatakan identitas ketiga jenazah belum dapat dipastikan. Selanjutnya, seluruh jenazah dievakuasi menuju Kuala Pembuang untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin guna proses identifikasi.

    “Untuk memastikan identitasnya, ketiga jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk dilakukan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

    Dalam penanganan kejadian tersebut, kepolisian bersama tim SAR melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan masyarakat, berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, mendatangi lokasi penemuan, hingga melakukan penyisiran dan evakuasi jenazah.

    “Seluruh proses penanganan kami lakukan bersama tim SAR gabungan, termasuk evakuasi jenazah untuk selanjutnya diserahkan dalam proses identifikasi,” kata Dony.